Breaking News:
RSS

Rupiah Bisa Tembus Rp 8.900? PDF Cetak Surel
Senin, 28 Juni 2010 08:25

Rupiah Bisa Tembus Rp 8.900?JAKARTA, KOMPAS.com - Nilai tukar rupiah yang terus menguat terhadap dollar AS dalam beberapa hari terakhir diperkirakan terus berlanjut. Bahkan dalam waktu dekat nilai tukar diperkirakan menembus batas level positif Rp 8.900 hingga Rp 9.000 per dollar AS. Arus modal asing dalam jangka pendek (capital inflow) dinilai sebagai pemicu penguatan rupiah terhadap dollar AS.

Pengamat Pasar Finansial Felix Sindhunata mengatakan, penguatan nilai tukar tidak bisa dihindari sebab capital inflow terus membanjiri pasar modal dan keuangan (pasar finansial) domestik. "Itu terjadi karena kita didukung oleh kondisi ekonomi, politik, dan keamanan yang menjanjikan," kata Felix ketika dihubungi Tribunnews.com, di Jakarta, Minggu (27/6/2010).

Nilai tukar rupiah dalam beberapa hari terakhir terus mengalami penguatan signifikan. Meski nilai tukar rupiah pada pasar spot valas (valuta asing) antarbank di Jakarta, Jumat (25/6/2010), ditutup sedikit melemah Rp 9.050/9.060 per dollar AS dibandingkan sehari sebelumnya pada level 9.040/9.055 per dollar AS. Namun, pelemahan itu dinilai hanya sebagai tren sementara.

"Penguatan nilai tukar sebenarnya sesuatu yang wajar namun sejauh mana intervensi dibutuhkan pemerintah dan bank sentral saya kira itu hal lain," kata Felix.

Bank Indonesia (BI) diduga melakukan intervensi laju penguatan rupiah akhir pekan kemarin menyusul penguatan nilai tukar yang bombastis.

Indikasi itu dikuatkan pernyataan Pejabat Sementara Gubernur BI Darmin Nasution kepada pers di gedung BI Jakarta, Jumat (25/6/2010) lalu. "Rupiah masih bisa menguat, tapi BI juga bisa berperan menahan supaya jangan terlalu kuat rupiahnya karena, yah kalau terlalu kuat nanti eksportir kita menderita," kata Darmin.

Menurut Felix, ekspektasi pertumbuhan ekonomi 7 persen tahun ini ikut membuat investor terutama investor asing untuk memasukkan modalnya ke pasar finansial domestik. "Memang masih ada keraguan sedikit saat ini sejauh mana krisis Eropa, apakah ini baru awal dan masih berlanjut namun menurut saya kalau itu terjadi tidak sedahsyat dengan krisis kemarin," kata dia.

Dihubungi terpisah, Direktur Eksekutif Indef Ahmad Erani Mustika mengatakan jika nilai tukar rupiah menembus level Rp 9.000 per dollar AS maka konsekuensinya daya saing produk ekspor Indonesia di pasar internasional ikut melemah.

"Jadi penguatan nilai tukar yang tidak diikuti dengan perbaikan efisiensi justru merugikan ekonomi nasional. Saya rasa memang nilai tukar Rp 9500 per dolar AS sudah cukup ideal untuk ekonomi kita, sehingga selama masih lama rentang itu BI tidak perlu intervensi," papar dia.(*)

 

Tambah komentar


Kode keamanan
Acak

Unreg facebook esia
24/06/2010 | Administrator

Jakarta - Kepada pihak esia tolong saya ingin unreg berlangganan facebook tapi tidak bisa. Seperti halnya pelanggan yang lain tiap minggu pulsa saya terpotong percuma.


Hanya Janji Maniskah Kenaikan Limit Kartu Citibank
24/06/2010 | Administrator

Jakarta - Saya pemegang kartu kredit Citibank nomor kartu 4541 7910 4267 XXXX yang aktif sejak Januari 2009. Beberapa waktu yang lalu saya coba menghubungi Call Center Citibank untuk menanyakan k [ ... ]


Surat Pembaca lainnya
Buat akun
Kontak
Login

Log masuk



Register

Buat akun

Question

Kontak